Meskipun sudah sangat marak jasa pengiriman barang, namun sebagai konsumen sangat perlu untuk memilih jasa paket yang berkualitas dan dapat dipercaya. Sebagai pengirim tentu tidak menginginkan barang sampai ke tujuan dalam kondisi kurang prima, karena hal tersebut merupakan kepercayaan pelanggan terutama bagi para pelaku bisnis online
Sebagai contoh bila barang yang pecah atau rusak di perjalanan, bagi konsumen pada umumnya akan melakukan complain secara langsung kepada pihak pengirim dan bukan kepada jasa pengirim barang. Untuk itu sebagai pengirim harus cukup jeli di dalam memilih jasa paket yang akan digunakan. Adapun macam-macam jasa pengiriman yang saat ini dapat menjadi bahan pertimbangan untuk digunakan adalah PT. TIKI online, PT. POS Indonesia, JNE Express, ESL Ekspress, di area Jawa Tengah khususnya jalur Yogyakarta, Semarang, Solo, sudah dikembangkan jasa kirim Joglosemar, semua memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tentu saja mempunyai range harga berbeda pula sesuai dengan kecepatan dan ketepatan kirim. Demikian macam-macam jasa pengiriman.
Maka, di era saat ini Anda sudah bisa memilih dengan cerdas jasa pengiriman apa yang akan Anda gunakan. Gunakan yang paling sesuai dengan kebutuhan, harga, dan tentu saja kenyamanan.
- DHL

DHL adalah pemimpin pasar di industri logistik dan merupakan The Logistics company for the world. DHL melakukan keahliannya dalam memberikan layanan Express internasional, kargo udara dan laut, transportasi jalan dan kereta api, kontrak logistik dan layanan surat internasional kepada para pelanggannya. Sebuah jaringan global yang terdiri dari lebih dari 220 negara dan teritori serta mendekati 275.000 karyawan di seluruh dunia menawarkan kualitas layanan yang unggul dan pengetahuan lokal untuk memenuhi persyaratan rantai suplai mereka. DHL menerima tanggung jawab sosialnya dengan mendukung perlindungan iklim, pengelolaan bencana dan pendidikan. DHL adalah sebuah merek dari Deutsche Post DHL. Sebuah grup yang menghasilkan keuntungan lebih dari 53 miliar Euro di tahun 2011.
Teknologi menjadi bagian penting dari sebuah organisasi. Pada era internisasi dan digitalisasi dewasa ini, hampir seluruh aktivitas organisasi melibatkan unsur teknologi di dalamnya mengingat penggunaannya akan lebih efisien dan memiliki akurasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan cara-cara manual atau konvensional. Secara umum, teknologi dalam organisasi dapat dibedakan menjadi tiga unsur dimana menurut Hatch (dalam Kusdi, 2011:148) dikelompokkan menjadi: benda- benda atau obyek fisik yang meliputi bahan-bahan, peralatan dan sarana-sarana yang diperlukan aktivitas atau proses yang digunakan sebagai metode pelaksanaan kerja, dan; pengetahuan yang dibutuhkan. Dalam konteks perubahan, persaingan merupakan salah satu pemicu perubahan yang harus diperhitungkan. Ciri-ciri persaingan ketat yang terjadi salah satunya adalah penguasaan teknologi canggih dala rangka penguasaan pasar agar konsumen tidak beralih ke perusahaan lain (Siagian, 2009:210). Maka relevan dengan konsep teoritis sebagaimana yang dikemukan oleh Hatch dan Siagian, maka terlihat bahwa PT. Pos Indonesia sangat menyadari urgensinya penguasaan teknologi dari berbagai aspek baik berupa peralatan, metode maupun pengetahuan kerja yang dimodernisasi untuk menghadapi persaingan ketat di antara banyak perusahaan pengiriman dan jasa titipan. Langkah-langkah nyata yang diinisiasi oleh manajemen puncak PT. Pos Indonesia dalam rangka melakukan perubahan besar di tubuh perusahaan dapat diuraikan sebagai berikut:
1.Mentransformasi platform sebagai postal company yang lebih berorientasi pada aspek fisik menjadi networking company yang tidak hanya mengandalkan pengiriman fisik namun juga pemanfaatan sarana dan prasarana digital dan jaringan maya yang dimiliki sendiri oleh perusahaan maupun dengan melakukan afiliasi strategis dengan perusahaan lain. Sebagian besar kantor pos sudah dikoneksikan melalui satelit dan yang belum tersedia infrastrukturnya maka akan dihubungkan melalui teknologi V-Sat. Semua dilakukan untuk menjaga agar proses pengiriman bisa lebih cepat, akurat dan juga real time semaksimal mungkin.
2. Membangun Plaza Pos Indonesia berbasis internet. Dengan situs ini maka PT. Pos Indonesia bisa memfasilitas merchant (pedagang) untuk memasarkan dagangannya di dunia maya secara lebih terpercaya.Trust, menurut Meneg BUMN Dahlan Iskan adalah bisnis maya yang hendak dibangun PT. Pos Indonesia secara professional dan berintegritas. Perusahaan tidak akan mengambil fee atas jasa penyewaan space oleh merchant, namun PT. Pos Indonesia hanya berharap pendapatan dari pengiriman barang dan jasa yang ditransaksikan melalui situs tersebut. Admin situs akan bertindak sebagai escrow account (rekening penampung) bagi pembeli yang akan memastikan bahwa penjual benar-benar telah mengirimkan barangnya ke pembeli baru dana akan disalurkan ke rekening penjual.
3. Modernisasi dan revitalisasi metode kerja melalui beberapa langkah perbaikan strategis berupa: meningkatkan produktivitas sortasi dengan menggunakan quality control dan standarisasi; menjadwalkan ulang modus dan pengadaan transportasi dan optimasi biaya rute transportasi untuk mencapai service level agreement (SLA), mengumpulkan data aliran surat secara digital, mengoptimalkan jaringan serta melakukan analisis root cause terhadap rute surat yang tidak mencapai SLA. Langkah-langkah modernisasi metode kerja ini dilakukan sebagai bagian dari
the fix basic yang dicanangkan menjadi perbaikan gelombang pertama perubahan di tubuh Pos Indonesia.
4. Mengimplementasikan Enterprises Resource Planning (ERP) melalui elaborasi SDM, akuntansi, keuangan, logistik dan distribusi secara tepat waktu. ERP dibutuhkan untuk mendapatkan efisiensi, kecepatan dan responsivitas yang dibutuhkan dalam mencapai keberhasilan di lingkungan bisnis yang dinamis saat ini. Contoh-contoh program ERP yang diinisiasi adalah:
a.Pemilihan Information Technology (IT) yang menjamin terjadinya integrasi seluruh proses bisnis (business process) yang terjadi di PT. Pos Indonesia. Yang terpenting dilakukan dalam pemilihan jenis IT adalah scaleable solution dan open system untuk menjamin mutu kerja yang
excellent.
b.Penetapan Standar Kerja khususnya menyangkut pada faktor akurasi, kecepatan pelayanan dan proses internal, efisiensi serta fleksibilitas perubahan standar apabila dibutuhkan.
c.Penetapan Segmenting-Targeting-Positioning(STP). Segmentasi dibagi berdasarkan lingkup bisnis dan sumber daya manusia yang ada di lingkup bisnis PT. Pos Indonesia meliputi lingkup nasional, UPT (Unit Pelaksana Teknis) dan lingkup wilayah pos. Targeting mengarah pada lingkup arahan target yang potensial meliputi pelaku bisnis, pemerintahan dan individu.
5. Aplikasi Customer Relationship Management(CRM). Aplikasi ini dilakukan dalam rangka memelihara hubungan yang erat dengan para pelanggan. Contoh penerapan aplikasi CRM yang dilakukan seperti: (a) program e-fila yang memfasilitasi forum filateli (kolektor perangko) dan untuk mengetahui perilaku pelanggan, melakukan perbaikan berdasarkan masukan pelanggan, merespon permintaan atau keluhan pelanggan dengan cepat dan terarah, (b) program Kontak Kami sebagai saluran komentar, kritik, saran, pertanyaan atau pengaduan kiriman kepada pihak perusahaan, dan (c) program Jajak Pendapat sebagai sarana pelanggan untuk berkomunikasi dengan perusahaan tentang kiriman maupun informasi jasa pos yakni melalui email, facebook dan twitter yang dapat diakses langsung melalui situs Pos Indonesia
6. Aplikasi Supply Chain Management (SCM) yang digunakan untuk mengelola akun-akun pemasok atau merchant yang tergabung di Plaza Pos. Pengelolaan merchant tidak hanya dilakukan secara online dan real time namun bagi para pemasok konvensional yang masih menggunakan sistem telepon dan model pembayaran tunai akan dikelola datanya oleh mitra perusahaan dimana transaksi dilakukan. Namun secara bertahap Pos Indonesia akan memindahkan seluruh pemasok ke jaringan
online agar lebih akurat dan lebih luas jaringannya.
7.Implementasi Enterprise Aplication Integration (EAI) yang diintegrasikan dalam situs Plaza Pos untuk mengetahui informasi pelanggan yang mengunjungi situs. Profil pelanggan ini nantinya akan dipelajari karakteristiknya dan menjadi pasar potensial untuk menjadi konsumen produk dan jasa layanan pos yang akan ditawarkan baik cross selling (produk berbeda) maupun up selling (produk yang lebih baik).
8. Aplikasi Transaction Procession System yang dikongkretkan dalam akses pembayaran online
yakni aktivitas pemrosesan transaksi dibutuhkan untuk menangkap dan memproses data pelanggan hingga transaksi pembayaran belanjanya melalui jaringan internet.
9. Enterprise Collaboration System yang pada dasarnya adalah kolaborasi teknologi dengaperusahaan aliansi yang bermitra dengan Pos Indonesia. Perusahaan menyadari bahwa infrastruktur IT yang dimiliki memiliki keterbatasan sehingga untuk menunjang, misalnya di sektor logistik sebagai
National Backbone Distribution maka Pos Indonesia membutuhkan kemitraan IT dan jaringan dengan perusahaan-perusahaan lain yang memilikinya.
Sumber : http://mansyur81.blogspot.com/2013/12/jenis-jasa-pengiriman-barang.html
http://www.academia.edu/8187883/STRATEGI_TURNAROUND_DI_TENGAH_PERSAINGAN_DAN_PERUBAHAN_TEKNOLOGI_SEBUAH_PEMBELAJARAN_DARI_PT._POS_INDONESIA
No comments:
Post a Comment