Sunday, 29 March 2015

TULISAN 4

Di era tekhnologi informasi ini, segala bentuk transaksi sudah dapat dilakukan secara online atau melalui dunia maya. Bahkan toko-toko online sudah merebak di mana-mana. Namun, jika kartu lebaran sudah tidak perlu lagi melalui jasa pengiriman karena bisa satu kali klik sudah sampai ke alamat email tujuan, berbeda dengan pengiriman barang tetaplah membutuhkan jasa pengiriman. Tentu saja dibutuhkan jasa yang dapat menyampaikan barang dari produsen ke tempat pembeli. Untuk itu perlu diketahui macam-macam jasa pengiriman barang ataupun uang yang dapat dipergunakan.

Meskipun sudah sangat marak jasa pengiriman barang, namun sebagai konsumen sangat perlu untuk memilih jasa paket yang berkualitas dan dapat dipercaya. Sebagai pengirim tentu tidak menginginkan barang sampai ke tujuan dalam kondisi kurang prima, karena hal tersebut merupakan kepercayaan pelanggan terutama bagi para pelaku bisnis online

Sebagai contoh bila barang yang pecah atau rusak di perjalanan, bagi konsumen pada umumnya akan melakukan complain secara langsung kepada pihak pengirim dan bukan kepada jasa pengirim barang. Untuk itu sebagai pengirim harus cukup jeli di dalam memilih jasa paket yang akan digunakan. Adapun macam-macam jasa pengiriman yang saat ini dapat menjadi bahan pertimbangan untuk digunakan adalah PT. TIKI online, PT. POS Indonesia, JNE Express, ESL Ekspress, di area Jawa Tengah khususnya jalur Yogyakarta, Semarang, Solo, sudah dikembangkan jasa kirim Joglosemar, semua memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tentu saja mempunyai range harga berbeda pula sesuai dengan kecepatan dan ketepatan kirim. Demikian macam-macam jasa pengiriman.

Maka, di era saat ini Anda sudah bisa memilih dengan cerdas jasa pengiriman apa yang akan Anda gunakan. Gunakan yang paling sesuai dengan kebutuhan, harga, dan tentu saja kenyamanan.

  • DHL
 
DHL adalah pemimpin pasar di industri logistik dan merupakan The Logistics company for the world. DHL melakukan keahliannya dalam memberikan layanan Express internasional, kargo udara dan laut, transportasi jalan dan kereta api, kontrak logistik dan layanan surat internasional kepada para pelanggannya. Sebuah jaringan global yang terdiri dari lebih dari 220 negara dan teritori serta mendekati 275.000 karyawan di seluruh dunia menawarkan kualitas layanan yang unggul dan pengetahuan lokal untuk memenuhi persyaratan rantai suplai mereka. DHL menerima tanggung jawab sosialnya dengan mendukung perlindungan iklim, pengelolaan bencana dan pendidikan. DHL adalah sebuah merek dari Deutsche Post DHL. Sebuah grup yang menghasilkan keuntungan lebih dari 53 miliar Euro di tahun 2011.

Teknologi menjadi bagian  penting dari sebuah organisasi. Pada era internisasi dan digitalisasi dewasa ini, hampir seluruh aktivitas organisasi melibatkan unsur teknologi di dalamnya mengingat  penggunaannya akan lebih efisien dan memiliki akurasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan cara-cara manual atau konvensional. Secara umum, teknologi dalam organisasi dapat dibedakan menjadi tiga unsur dimana menurut Hatch (dalam Kusdi, 2011:148) dikelompokkan menjadi: benda- benda atau obyek fisik yang meliputi  bahan-bahan, peralatan dan sarana-sarana yang diperlukan aktivitas atau  proses yang digunakan sebagai metode pelaksanaan kerja, dan;  pengetahuan yang dibutuhkan. Dalam konteks perubahan,  persaingan merupakan salah satu  pemicu perubahan yang harus diperhitungkan. Ciri-ciri persaingan ketat yang terjadi salah satunya adalah penguasaan teknologi canggih dala rangka penguasaan pasar agar konsumen tidak beralih ke  perusahaan lain (Siagian, 2009:210). Maka relevan dengan konsep teoritis sebagaimana yang dikemukan oleh Hatch dan Siagian, maka terlihat  bahwa PT. Pos Indonesia sangat menyadari urgensinya penguasaan teknologi dari berbagai aspek baik  berupa peralatan, metode maupun  pengetahuan kerja yang dimodernisasi untuk menghadapi  persaingan ketat di antara banyak  perusahaan pengiriman dan jasa titipan. Langkah-langkah nyata yang diinisiasi oleh manajemen puncak PT. Pos Indonesia dalam rangka melakukan perubahan besar di tubuh  perusahaan dapat diuraikan sebagai  berikut:
1.Mentransformasi platform sebagai postal company yang lebih  berorientasi pada aspek fisik menjadi networking company yang tidak hanya mengandalkan  pengiriman fisik namun juga  pemanfaatan sarana dan prasarana digital dan jaringan maya yang dimiliki sendiri oleh perusahaan maupun dengan melakukan afiliasi strategis dengan  perusahaan lain. Sebagian besar kantor pos sudah dikoneksikan melalui satelit dan yang belum tersedia infrastrukturnya maka akan dihubungkan melalui teknologi V-Sat. Semua dilakukan untuk menjaga agar proses  pengiriman bisa lebih cepat, akurat dan juga real time semaksimal mungkin.
2. Membangun Plaza Pos Indonesia  berbasis internet. Dengan situs ini maka PT. Pos Indonesia bisa memfasilitas merchant (pedagang) untuk memasarkan dagangannya di dunia maya secara lebih terpercaya.Trust, menurut Meneg BUMN Dahlan Iskan adalah bisnis maya yang hendak dibangun PT. Pos Indonesia secara professional dan  berintegritas. Perusahaan tidak akan mengambil fee atas jasa  penyewaan space oleh merchant, namun PT. Pos Indonesia hanya  berharap pendapatan dari  pengiriman barang dan jasa yang ditransaksikan melalui situs tersebut. Admin situs akan  bertindak sebagai escrow account (rekening penampung) bagi  pembeli yang akan memastikan  bahwa penjual benar-benar telah mengirimkan barangnya ke  pembeli baru dana akan disalurkan ke rekening penjual.
3. Modernisasi dan revitalisasi metode kerja melalui beberapa langkah perbaikan strategis  berupa: meningkatkan  produktivitas sortasi dengan menggunakan quality control dan standarisasi; menjadwalkan ulang modus dan pengadaan transportasi dan optimasi biaya rute transportasi untuk mencapai service level agreement (SLA), mengumpulkan data aliran surat secara digital, mengoptimalkan  jaringan serta melakukan analisis root cause terhadap rute surat yang tidak mencapai SLA. Langkah-langkah modernisasi metode kerja ini dilakukan sebagai bagian dari
the fix basic yang dicanangkan menjadi  perbaikan gelombang pertama  perubahan di tubuh Pos Indonesia.
4. Mengimplementasikan Enterprises Resource Planning (ERP) melalui elaborasi SDM, akuntansi, keuangan, logistik dan distribusi secara tepat waktu. ERP dibutuhkan untuk mendapatkan efisiensi, kecepatan dan responsivitas yang dibutuhkan dalam mencapai keberhasilan di lingkungan bisnis yang dinamis saat ini. Contoh-contoh program ERP yang diinisiasi adalah:
a.Pemilihan Information Technology (IT) yang menjamin terjadinya integrasi seluruh proses bisnis (business  process) yang terjadi di PT. Pos Indonesia. Yang terpenting dilakukan dalam pemilihan  jenis IT adalah scaleable  solution dan open system untuk  menjamin mutu kerja yang
excellent.
  b.Penetapan Standar Kerja khususnya menyangkut pada faktor akurasi, kecepatan  pelayanan dan proses internal, efisiensi serta fleksibilitas  perubahan standar apabila dibutuhkan.
c.Penetapan Segmenting-Targeting-Positioning(STP). Segmentasi dibagi berdasarkan lingkup bisnis dan sumber daya manusia yang ada di lingkup  bisnis PT. Pos Indonesia meliputi lingkup nasional, UPT (Unit Pelaksana Teknis) dan lingkup wilayah pos. Targeting mengarah pada lingkup arahan target yang potensial meliputi  pelaku bisnis, pemerintahan dan individu.
5. Aplikasi Customer Relationship  Management(CRM). Aplikasi ini dilakukan dalam rangka memelihara hubungan yang erat dengan para pelanggan. Contoh  penerapan aplikasi CRM yang dilakukan seperti: (a) program e-fila yang memfasilitasi forum filateli (kolektor perangko) dan untuk mengetahui perilaku  pelanggan, melakukan perbaikan  berdasarkan masukan pelanggan, merespon permintaan atau keluhan pelanggan dengan cepat dan terarah, (b) program Kontak Kami sebagai saluran komentar, kritik, saran, pertanyaan atau  pengaduan kiriman kepada pihak  perusahaan, dan (c) program Jajak Pendapat sebagai sarana  pelanggan untuk berkomunikasi dengan perusahaan tentang kiriman maupun informasi jasa  pos yakni melalui email, facebook dan twitter yang dapat diakses langsung melalui situs Pos Indonesia
6. Aplikasi Supply Chain  Management (SCM) yang digunakan untuk mengelola akun-akun pemasok atau merchant yang tergabung di Plaza Pos. Pengelolaan merchant tidak hanya dilakukan secara online dan real time namun bagi para pemasok konvensional yang masih menggunakan sistem telepon dan model pembayaran tunai akan dikelola datanya oleh mitra  perusahaan dimana transaksi dilakukan. Namun secara bertahap Pos Indonesia akan memindahkan seluruh pemasok ke jaringan
online agar lebih akurat dan lebih luas jaringannya.
7.Implementasi Enterprise  Aplication Integration (EAI) yang diintegrasikan dalam situs Plaza Pos untuk mengetahui informasi  pelanggan yang mengunjungi situs. Profil pelanggan ini nantinya akan dipelajari karakteristiknya dan menjadi  pasar potensial untuk menjadi konsumen produk dan jasa layanan pos yang akan ditawarkan  baik cross selling (produk  berbeda) maupun up selling (produk yang lebih baik).
8. Aplikasi Transaction Procession System yang dikongkretkan dalam akses pembayaran online
yakni aktivitas pemrosesan transaksi dibutuhkan untuk menangkap dan memproses data pelanggan hingga transaksi pembayaran belanjanya melalui jaringan internet.
9. Enterprise Collaboration System yang pada dasarnya adalah kolaborasi teknologi dengaperusahaan aliansi yang bermitra dengan Pos Indonesia. Perusahaan menyadari bahwa infrastruktur IT yang dimiliki memiliki keterbatasan sehingga untuk menunjang, misalnya di sektor logistik sebagai
 National  Backbone Distribution maka Pos Indonesia membutuhkan kemitraan IT dan jaringan dengan  perusahaan-perusahaan lain yang memilikinya.

Sumber : http://mansyur81.blogspot.com/2013/12/jenis-jasa-pengiriman-barang.html
http://www.academia.edu/8187883/STRATEGI_TURNAROUND_DI_TENGAH_PERSAINGAN_DAN_PERUBAHAN_TEKNOLOGI_SEBUAH_PEMBELAJARAN_DARI_PT._POS_INDONESIA

No comments:

Post a Comment