Nama : Muhammad Cendekiawan
Kelas : 2KA17
NPM : 15113857
http://www.slideshare.net/Cendekiawan16/muhammad-cendekiawan-minggu4
Sunday, 29 March 2015
TULISAN 4
Di era tekhnologi informasi ini, segala bentuk transaksi sudah dapat
dilakukan secara online atau melalui dunia maya. Bahkan toko-toko
online sudah merebak di mana-mana. Namun, jika kartu lebaran sudah
tidak perlu lagi melalui jasa pengiriman karena bisa satu kali klik
sudah sampai ke alamat email tujuan, berbeda dengan pengiriman barang
tetaplah membutuhkan jasa pengiriman. Tentu saja dibutuhkan jasa yang
dapat menyampaikan barang dari produsen ke tempat pembeli. Untuk itu
perlu diketahui macam-macam jasa pengiriman barang ataupun uang yang dapat dipergunakan.
Meskipun sudah sangat marak jasa pengiriman barang, namun sebagai konsumen sangat perlu untuk memilih jasa paket yang berkualitas dan dapat dipercaya. Sebagai pengirim tentu tidak menginginkan barang sampai ke tujuan dalam kondisi kurang prima, karena hal tersebut merupakan kepercayaan pelanggan terutama bagi para pelaku bisnis online
Sebagai contoh bila barang yang pecah atau rusak di perjalanan, bagi konsumen pada umumnya akan melakukan complain secara langsung kepada pihak pengirim dan bukan kepada jasa pengirim barang. Untuk itu sebagai pengirim harus cukup jeli di dalam memilih jasa paket yang akan digunakan. Adapun macam-macam jasa pengiriman yang saat ini dapat menjadi bahan pertimbangan untuk digunakan adalah PT. TIKI online, PT. POS Indonesia, JNE Express, ESL Ekspress, di area Jawa Tengah khususnya jalur Yogyakarta, Semarang, Solo, sudah dikembangkan jasa kirim Joglosemar, semua memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tentu saja mempunyai range harga berbeda pula sesuai dengan kecepatan dan ketepatan kirim. Demikian macam-macam jasa pengiriman.
Maka, di era saat ini Anda sudah bisa memilih dengan cerdas jasa pengiriman apa yang akan Anda gunakan. Gunakan yang paling sesuai dengan kebutuhan, harga, dan tentu saja kenyamanan.

DHL adalah pemimpin pasar di industri logistik dan merupakan The Logistics company for the world. DHL melakukan keahliannya dalam memberikan layanan Express internasional, kargo udara dan laut, transportasi jalan dan kereta api, kontrak logistik dan layanan surat internasional kepada para pelanggannya. Sebuah jaringan global yang terdiri dari lebih dari 220 negara dan teritori serta mendekati 275.000 karyawan di seluruh dunia menawarkan kualitas layanan yang unggul dan pengetahuan lokal untuk memenuhi persyaratan rantai suplai mereka. DHL menerima tanggung jawab sosialnya dengan mendukung perlindungan iklim, pengelolaan bencana dan pendidikan. DHL adalah sebuah merek dari Deutsche Post DHL. Sebuah grup yang menghasilkan keuntungan lebih dari 53 miliar Euro di tahun 2011.
Teknologi menjadi bagian penting dari sebuah organisasi. Pada era internisasi dan digitalisasi dewasa ini, hampir seluruh aktivitas organisasi melibatkan unsur teknologi di dalamnya mengingat penggunaannya akan lebih efisien dan memiliki akurasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan cara-cara manual atau konvensional. Secara umum, teknologi dalam organisasi dapat dibedakan menjadi tiga unsur dimana menurut Hatch (dalam Kusdi, 2011:148) dikelompokkan menjadi: benda- benda atau obyek fisik yang meliputi bahan-bahan, peralatan dan sarana-sarana yang diperlukan aktivitas atau proses yang digunakan sebagai metode pelaksanaan kerja, dan; pengetahuan yang dibutuhkan. Dalam konteks perubahan, persaingan merupakan salah satu pemicu perubahan yang harus diperhitungkan. Ciri-ciri persaingan ketat yang terjadi salah satunya adalah penguasaan teknologi canggih dala rangka penguasaan pasar agar konsumen tidak beralih ke perusahaan lain (Siagian, 2009:210). Maka relevan dengan konsep teoritis sebagaimana yang dikemukan oleh Hatch dan Siagian, maka terlihat bahwa PT. Pos Indonesia sangat menyadari urgensinya penguasaan teknologi dari berbagai aspek baik berupa peralatan, metode maupun pengetahuan kerja yang dimodernisasi untuk menghadapi persaingan ketat di antara banyak perusahaan pengiriman dan jasa titipan. Langkah-langkah nyata yang diinisiasi oleh manajemen puncak PT. Pos Indonesia dalam rangka melakukan perubahan besar di tubuh perusahaan dapat diuraikan sebagai berikut:
1.Mentransformasi platform sebagai postal company yang lebih berorientasi pada aspek fisik menjadi networking company yang tidak hanya mengandalkan pengiriman fisik namun juga pemanfaatan sarana dan prasarana digital dan jaringan maya yang dimiliki sendiri oleh perusahaan maupun dengan melakukan afiliasi strategis dengan perusahaan lain. Sebagian besar kantor pos sudah dikoneksikan melalui satelit dan yang belum tersedia infrastrukturnya maka akan dihubungkan melalui teknologi V-Sat. Semua dilakukan untuk menjaga agar proses pengiriman bisa lebih cepat, akurat dan juga real time semaksimal mungkin.
2. Membangun Plaza Pos Indonesia berbasis internet. Dengan situs ini maka PT. Pos Indonesia bisa memfasilitas merchant (pedagang) untuk memasarkan dagangannya di dunia maya secara lebih terpercaya.Trust, menurut Meneg BUMN Dahlan Iskan adalah bisnis maya yang hendak dibangun PT. Pos Indonesia secara professional dan berintegritas. Perusahaan tidak akan mengambil fee atas jasa penyewaan space oleh merchant, namun PT. Pos Indonesia hanya berharap pendapatan dari pengiriman barang dan jasa yang ditransaksikan melalui situs tersebut. Admin situs akan bertindak sebagai escrow account (rekening penampung) bagi pembeli yang akan memastikan bahwa penjual benar-benar telah mengirimkan barangnya ke pembeli baru dana akan disalurkan ke rekening penjual.
3. Modernisasi dan revitalisasi metode kerja melalui beberapa langkah perbaikan strategis berupa: meningkatkan produktivitas sortasi dengan menggunakan quality control dan standarisasi; menjadwalkan ulang modus dan pengadaan transportasi dan optimasi biaya rute transportasi untuk mencapai service level agreement (SLA), mengumpulkan data aliran surat secara digital, mengoptimalkan jaringan serta melakukan analisis root cause terhadap rute surat yang tidak mencapai SLA. Langkah-langkah modernisasi metode kerja ini dilakukan sebagai bagian dari
the fix basic yang dicanangkan menjadi perbaikan gelombang pertama perubahan di tubuh Pos Indonesia.
4. Mengimplementasikan Enterprises Resource Planning (ERP) melalui elaborasi SDM, akuntansi, keuangan, logistik dan distribusi secara tepat waktu. ERP dibutuhkan untuk mendapatkan efisiensi, kecepatan dan responsivitas yang dibutuhkan dalam mencapai keberhasilan di lingkungan bisnis yang dinamis saat ini. Contoh-contoh program ERP yang diinisiasi adalah:
a.Pemilihan Information Technology (IT) yang menjamin terjadinya integrasi seluruh proses bisnis (business process) yang terjadi di PT. Pos Indonesia. Yang terpenting dilakukan dalam pemilihan jenis IT adalah scaleable solution dan open system untuk menjamin mutu kerja yang
excellent.
b.Penetapan Standar Kerja khususnya menyangkut pada faktor akurasi, kecepatan pelayanan dan proses internal, efisiensi serta fleksibilitas perubahan standar apabila dibutuhkan.
c.Penetapan Segmenting-Targeting-Positioning(STP). Segmentasi dibagi berdasarkan lingkup bisnis dan sumber daya manusia yang ada di lingkup bisnis PT. Pos Indonesia meliputi lingkup nasional, UPT (Unit Pelaksana Teknis) dan lingkup wilayah pos. Targeting mengarah pada lingkup arahan target yang potensial meliputi pelaku bisnis, pemerintahan dan individu.
5. Aplikasi Customer Relationship Management(CRM). Aplikasi ini dilakukan dalam rangka memelihara hubungan yang erat dengan para pelanggan. Contoh penerapan aplikasi CRM yang dilakukan seperti: (a) program e-fila yang memfasilitasi forum filateli (kolektor perangko) dan untuk mengetahui perilaku pelanggan, melakukan perbaikan berdasarkan masukan pelanggan, merespon permintaan atau keluhan pelanggan dengan cepat dan terarah, (b) program Kontak Kami sebagai saluran komentar, kritik, saran, pertanyaan atau pengaduan kiriman kepada pihak perusahaan, dan (c) program Jajak Pendapat sebagai sarana pelanggan untuk berkomunikasi dengan perusahaan tentang kiriman maupun informasi jasa pos yakni melalui email, facebook dan twitter yang dapat diakses langsung melalui situs Pos Indonesia
6. Aplikasi Supply Chain Management (SCM) yang digunakan untuk mengelola akun-akun pemasok atau merchant yang tergabung di Plaza Pos. Pengelolaan merchant tidak hanya dilakukan secara online dan real time namun bagi para pemasok konvensional yang masih menggunakan sistem telepon dan model pembayaran tunai akan dikelola datanya oleh mitra perusahaan dimana transaksi dilakukan. Namun secara bertahap Pos Indonesia akan memindahkan seluruh pemasok ke jaringan
online agar lebih akurat dan lebih luas jaringannya.
7.Implementasi Enterprise Aplication Integration (EAI) yang diintegrasikan dalam situs Plaza Pos untuk mengetahui informasi pelanggan yang mengunjungi situs. Profil pelanggan ini nantinya akan dipelajari karakteristiknya dan menjadi pasar potensial untuk menjadi konsumen produk dan jasa layanan pos yang akan ditawarkan baik cross selling (produk berbeda) maupun up selling (produk yang lebih baik).
8. Aplikasi Transaction Procession System yang dikongkretkan dalam akses pembayaran online
yakni aktivitas pemrosesan transaksi dibutuhkan untuk menangkap dan memproses data pelanggan hingga transaksi pembayaran belanjanya melalui jaringan internet.
9. Enterprise Collaboration System yang pada dasarnya adalah kolaborasi teknologi dengaperusahaan aliansi yang bermitra dengan Pos Indonesia. Perusahaan menyadari bahwa infrastruktur IT yang dimiliki memiliki keterbatasan sehingga untuk menunjang, misalnya di sektor logistik sebagai
National Backbone Distribution maka Pos Indonesia membutuhkan kemitraan IT dan jaringan dengan perusahaan-perusahaan lain yang memilikinya.
Sumber : http://mansyur81.blogspot.com/2013/12/jenis-jasa-pengiriman-barang.html
http://www.academia.edu/8187883/STRATEGI_TURNAROUND_DI_TENGAH_PERSAINGAN_DAN_PERUBAHAN_TEKNOLOGI_SEBUAH_PEMBELAJARAN_DARI_PT._POS_INDONESIA
Meskipun sudah sangat marak jasa pengiriman barang, namun sebagai konsumen sangat perlu untuk memilih jasa paket yang berkualitas dan dapat dipercaya. Sebagai pengirim tentu tidak menginginkan barang sampai ke tujuan dalam kondisi kurang prima, karena hal tersebut merupakan kepercayaan pelanggan terutama bagi para pelaku bisnis online
Sebagai contoh bila barang yang pecah atau rusak di perjalanan, bagi konsumen pada umumnya akan melakukan complain secara langsung kepada pihak pengirim dan bukan kepada jasa pengirim barang. Untuk itu sebagai pengirim harus cukup jeli di dalam memilih jasa paket yang akan digunakan. Adapun macam-macam jasa pengiriman yang saat ini dapat menjadi bahan pertimbangan untuk digunakan adalah PT. TIKI online, PT. POS Indonesia, JNE Express, ESL Ekspress, di area Jawa Tengah khususnya jalur Yogyakarta, Semarang, Solo, sudah dikembangkan jasa kirim Joglosemar, semua memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tentu saja mempunyai range harga berbeda pula sesuai dengan kecepatan dan ketepatan kirim. Demikian macam-macam jasa pengiriman.
Maka, di era saat ini Anda sudah bisa memilih dengan cerdas jasa pengiriman apa yang akan Anda gunakan. Gunakan yang paling sesuai dengan kebutuhan, harga, dan tentu saja kenyamanan.
- DHL

DHL adalah pemimpin pasar di industri logistik dan merupakan The Logistics company for the world. DHL melakukan keahliannya dalam memberikan layanan Express internasional, kargo udara dan laut, transportasi jalan dan kereta api, kontrak logistik dan layanan surat internasional kepada para pelanggannya. Sebuah jaringan global yang terdiri dari lebih dari 220 negara dan teritori serta mendekati 275.000 karyawan di seluruh dunia menawarkan kualitas layanan yang unggul dan pengetahuan lokal untuk memenuhi persyaratan rantai suplai mereka. DHL menerima tanggung jawab sosialnya dengan mendukung perlindungan iklim, pengelolaan bencana dan pendidikan. DHL adalah sebuah merek dari Deutsche Post DHL. Sebuah grup yang menghasilkan keuntungan lebih dari 53 miliar Euro di tahun 2011.
Teknologi menjadi bagian penting dari sebuah organisasi. Pada era internisasi dan digitalisasi dewasa ini, hampir seluruh aktivitas organisasi melibatkan unsur teknologi di dalamnya mengingat penggunaannya akan lebih efisien dan memiliki akurasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan cara-cara manual atau konvensional. Secara umum, teknologi dalam organisasi dapat dibedakan menjadi tiga unsur dimana menurut Hatch (dalam Kusdi, 2011:148) dikelompokkan menjadi: benda- benda atau obyek fisik yang meliputi bahan-bahan, peralatan dan sarana-sarana yang diperlukan aktivitas atau proses yang digunakan sebagai metode pelaksanaan kerja, dan; pengetahuan yang dibutuhkan. Dalam konteks perubahan, persaingan merupakan salah satu pemicu perubahan yang harus diperhitungkan. Ciri-ciri persaingan ketat yang terjadi salah satunya adalah penguasaan teknologi canggih dala rangka penguasaan pasar agar konsumen tidak beralih ke perusahaan lain (Siagian, 2009:210). Maka relevan dengan konsep teoritis sebagaimana yang dikemukan oleh Hatch dan Siagian, maka terlihat bahwa PT. Pos Indonesia sangat menyadari urgensinya penguasaan teknologi dari berbagai aspek baik berupa peralatan, metode maupun pengetahuan kerja yang dimodernisasi untuk menghadapi persaingan ketat di antara banyak perusahaan pengiriman dan jasa titipan. Langkah-langkah nyata yang diinisiasi oleh manajemen puncak PT. Pos Indonesia dalam rangka melakukan perubahan besar di tubuh perusahaan dapat diuraikan sebagai berikut:
1.Mentransformasi platform sebagai postal company yang lebih berorientasi pada aspek fisik menjadi networking company yang tidak hanya mengandalkan pengiriman fisik namun juga pemanfaatan sarana dan prasarana digital dan jaringan maya yang dimiliki sendiri oleh perusahaan maupun dengan melakukan afiliasi strategis dengan perusahaan lain. Sebagian besar kantor pos sudah dikoneksikan melalui satelit dan yang belum tersedia infrastrukturnya maka akan dihubungkan melalui teknologi V-Sat. Semua dilakukan untuk menjaga agar proses pengiriman bisa lebih cepat, akurat dan juga real time semaksimal mungkin.
2. Membangun Plaza Pos Indonesia berbasis internet. Dengan situs ini maka PT. Pos Indonesia bisa memfasilitas merchant (pedagang) untuk memasarkan dagangannya di dunia maya secara lebih terpercaya.Trust, menurut Meneg BUMN Dahlan Iskan adalah bisnis maya yang hendak dibangun PT. Pos Indonesia secara professional dan berintegritas. Perusahaan tidak akan mengambil fee atas jasa penyewaan space oleh merchant, namun PT. Pos Indonesia hanya berharap pendapatan dari pengiriman barang dan jasa yang ditransaksikan melalui situs tersebut. Admin situs akan bertindak sebagai escrow account (rekening penampung) bagi pembeli yang akan memastikan bahwa penjual benar-benar telah mengirimkan barangnya ke pembeli baru dana akan disalurkan ke rekening penjual.
3. Modernisasi dan revitalisasi metode kerja melalui beberapa langkah perbaikan strategis berupa: meningkatkan produktivitas sortasi dengan menggunakan quality control dan standarisasi; menjadwalkan ulang modus dan pengadaan transportasi dan optimasi biaya rute transportasi untuk mencapai service level agreement (SLA), mengumpulkan data aliran surat secara digital, mengoptimalkan jaringan serta melakukan analisis root cause terhadap rute surat yang tidak mencapai SLA. Langkah-langkah modernisasi metode kerja ini dilakukan sebagai bagian dari
the fix basic yang dicanangkan menjadi perbaikan gelombang pertama perubahan di tubuh Pos Indonesia.
4. Mengimplementasikan Enterprises Resource Planning (ERP) melalui elaborasi SDM, akuntansi, keuangan, logistik dan distribusi secara tepat waktu. ERP dibutuhkan untuk mendapatkan efisiensi, kecepatan dan responsivitas yang dibutuhkan dalam mencapai keberhasilan di lingkungan bisnis yang dinamis saat ini. Contoh-contoh program ERP yang diinisiasi adalah:
a.Pemilihan Information Technology (IT) yang menjamin terjadinya integrasi seluruh proses bisnis (business process) yang terjadi di PT. Pos Indonesia. Yang terpenting dilakukan dalam pemilihan jenis IT adalah scaleable solution dan open system untuk menjamin mutu kerja yang
excellent.
b.Penetapan Standar Kerja khususnya menyangkut pada faktor akurasi, kecepatan pelayanan dan proses internal, efisiensi serta fleksibilitas perubahan standar apabila dibutuhkan.
c.Penetapan Segmenting-Targeting-Positioning(STP). Segmentasi dibagi berdasarkan lingkup bisnis dan sumber daya manusia yang ada di lingkup bisnis PT. Pos Indonesia meliputi lingkup nasional, UPT (Unit Pelaksana Teknis) dan lingkup wilayah pos. Targeting mengarah pada lingkup arahan target yang potensial meliputi pelaku bisnis, pemerintahan dan individu.
5. Aplikasi Customer Relationship Management(CRM). Aplikasi ini dilakukan dalam rangka memelihara hubungan yang erat dengan para pelanggan. Contoh penerapan aplikasi CRM yang dilakukan seperti: (a) program e-fila yang memfasilitasi forum filateli (kolektor perangko) dan untuk mengetahui perilaku pelanggan, melakukan perbaikan berdasarkan masukan pelanggan, merespon permintaan atau keluhan pelanggan dengan cepat dan terarah, (b) program Kontak Kami sebagai saluran komentar, kritik, saran, pertanyaan atau pengaduan kiriman kepada pihak perusahaan, dan (c) program Jajak Pendapat sebagai sarana pelanggan untuk berkomunikasi dengan perusahaan tentang kiriman maupun informasi jasa pos yakni melalui email, facebook dan twitter yang dapat diakses langsung melalui situs Pos Indonesia
6. Aplikasi Supply Chain Management (SCM) yang digunakan untuk mengelola akun-akun pemasok atau merchant yang tergabung di Plaza Pos. Pengelolaan merchant tidak hanya dilakukan secara online dan real time namun bagi para pemasok konvensional yang masih menggunakan sistem telepon dan model pembayaran tunai akan dikelola datanya oleh mitra perusahaan dimana transaksi dilakukan. Namun secara bertahap Pos Indonesia akan memindahkan seluruh pemasok ke jaringan
online agar lebih akurat dan lebih luas jaringannya.
7.Implementasi Enterprise Aplication Integration (EAI) yang diintegrasikan dalam situs Plaza Pos untuk mengetahui informasi pelanggan yang mengunjungi situs. Profil pelanggan ini nantinya akan dipelajari karakteristiknya dan menjadi pasar potensial untuk menjadi konsumen produk dan jasa layanan pos yang akan ditawarkan baik cross selling (produk berbeda) maupun up selling (produk yang lebih baik).
8. Aplikasi Transaction Procession System yang dikongkretkan dalam akses pembayaran online
yakni aktivitas pemrosesan transaksi dibutuhkan untuk menangkap dan memproses data pelanggan hingga transaksi pembayaran belanjanya melalui jaringan internet.
9. Enterprise Collaboration System yang pada dasarnya adalah kolaborasi teknologi dengaperusahaan aliansi yang bermitra dengan Pos Indonesia. Perusahaan menyadari bahwa infrastruktur IT yang dimiliki memiliki keterbatasan sehingga untuk menunjang, misalnya di sektor logistik sebagai
National Backbone Distribution maka Pos Indonesia membutuhkan kemitraan IT dan jaringan dengan perusahaan-perusahaan lain yang memilikinya.
Sumber : http://mansyur81.blogspot.com/2013/12/jenis-jasa-pengiriman-barang.html
http://www.academia.edu/8187883/STRATEGI_TURNAROUND_DI_TENGAH_PERSAINGAN_DAN_PERUBAHAN_TEKNOLOGI_SEBUAH_PEMBELAJARAN_DARI_PT._POS_INDONESIA
Sunday, 22 March 2015
PT INDOSAT
Indosat (lengkapnya PT Indosat Tbk.) adalah salah satu perusahaan penyedia jasa telekomunikasi dan jaringan telekomunikasi di Indonesia.
Perusahaan ini menawarkan saluran komunikasi untuk pengguna telepon
genggam dengan pilihan pra bayar maupun pascabayar dengan merek jual Matrix, Mentari dan IM3; jasa lainnya yang disediakan adalah saluran komunikasi via suara untuk telepon tetap (fixed) termasuk sambungan langsung internasional IDD (International Direct Dialing), serta jasa nirkabel dengan merk dagang StarOne Perusahaan ini juga menyediakan layanan multimedia, internet, dan komunikasi data (MIDI= Multimedia, Internet & Data Communication Services)
Pada tahun 2011 perusahaan ini menguasai 21 persen pangsa pasar dan pada tahun 2013 mengklaim memiliki 58,5 juta pelanggan untuk telpon genggam.
Situs investasi untuk Indonesia menyatakan bahwa Indosat kehilangan beberapa persen pasar pelanggan telepon genggamnya pada tahun tahun terakhir. Sementara situs lainnya (Onbile.com) menempatkan Indosat sebagai perusahaan telekomunikasi terbesar ketiga pada tahun 2013 dibawah Telkomsel dan XL Axiata.
Pada Februari 2013 perusahaan telekomunikasi Qatar yang sebelumnya bernama Qtel dan menguasai 65 persen saham Indosat berubah nama menjadi Ooredoo dan berencana mengganti seluruh perusahaan miliknya atau dibawah kendalinya yang berada di Timur Tengah, Afrika dan Asia Tenggara dengan nama Ooredoo pada tahun 2013 atau 2014. Sementara Indosat dalam siaran persnya menanggapi hal ini belum memutuskan akan mengubah nama dari Indosat menjadi Ooredoo atau tidak, karena menganggap nama Indosat telah memiliki "hubungan" dengan pelanggan.
SEJARAH
Indosat memiliki sejarah panjang perpindahan kepemilikan dan perubahan tujuan perusahaan semenjak didirikan pada 20 November 1967. Didirikan sebagai perusahaan modal asing oleh pemerintah Indonesia dengan nama PT Indonesian Satellite Corporation Tbk. (Persero), perusahaan ini mulai beroperasi pada September 1969 sebagai perusahaan komersil penyedia jasa sambungan langsung internasional (IDD). Perusahaan ini membangun, memindahkan, dan melakukan kaidah operasional sebuah organisasi telekomunikasi internasional (International Telecommunications Satellite Organization) disingkat Intelsat, untuk mengakses Intelstat lain (satelit) yang berada di Samudra Hindia dengan durasi kesepakatan 20 tahun hingga 1987. Sebagai konsorsium global organisasi satelit komunikasi, intelstat memiliki dan mengoperasikan beberapa satelit-satelit komunikasi.
Pada tahun 1980 Indosat menjadi Badan Usaha Milik Negara dan dimiliki oleh Pemerintah Indonesia. Pada akhir tahun 2008 saham pemerintah Indonesia tinggal 14,3 persen saja, dan sebanyak 65 persen dikuasai oleh QTel.
Karena sebagian besar kepemilikan Indosat dikuasai oleh pemodal asing QTel (Pemerintah Qatar), maka berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 111 Tahun 2007 penyelenggaraan jaringan telekomunikasi untuk jaringan bergerak baik seluler maupun satelit, kepemilikan modal asing dibatasi 65 persen. Sementara untuk jaringan tetap berbasis kabel maupun berbasis radio, dengan teknologi circuit switched atau packet switched, modal asing dibatasi maksimal 49 persen. Pada tahun 2008 Dirjen Postel Depkominfo Basuki Yusuf Iskandar menegaskan bahwa Indosat diwajibkan melepas lisensi telepon tetap miliknya (fixedline dan wirelessline) jika Qatar Telecom (Qtel) berkeras menambah sahamnya melebihi 49%. Hingga bulan Maret 2011 Indosat belum melepas StarOne, sementara Telkom menyatakan tertarik untuk mengakusisi StarOne yang memiliki ijin untuk telepon tetap, SLJJ, dan SLI ini.
Perusahaan terbuka
Perusahaan ini kemudian didaftarkan ganda oleh pemerintah Indonesia (dual listed company) pada Bursa Efek Indonesia pada 19 Oktober 1994 (BEI:ISAT) dan Bursa Efek New York, Amerika Serikat (NYSE:IIT). Saat didaftarkan pada tahun 1994 pemerintah Indonesia tetap memiliki 65 persen perusahaan ini.
Pada 24 April 2013 Indosat mengumumkan akan menghapus pencatatan American Depositary Shares dari New York Stock Exchange (NYSE) dan resmi keluar pada Juli 2013 atas permintaan Menteri BUMN di bulan April 2013. Performa saham indosat di bursa itu terus menurun sejak tahun 2009.
Akusisi dan pelepasan perusahaan
Dikarenakan deregulasi peraturan telekomunikasi yang diberlakukan pemerintah dengan tujuan agar Telkom tidak lagi memonopoli bidang telekomunikasi di Indonesia; pada tahun 1999 dan 2000 Indosat kemudian mengubah tujuannya dari sebuah perusahaan penyedia jasa layanan sambungan langsung internasional menjadi penyedia jaringan telekomunikasi dan jasa komunikasi. Pada tahun 2001 Indosat menandatangani perjanjian dengan Telkom untuk menghapuskan penguasaan saham silang pada berbagai perusahaan dan anak perusahaannya diantaranya Satelindo, Telkomsel, dan Lintasarta.
Pada tahun 2001 perusahaan ini mendirikan PT Indosat Multimedia Mobile (IM3) sebagai sebuah operator telepon genggam dengan jaringan GPRS dan layanan multimedia di Indonesia. Upaya ini dilanjutkan pada tahun 2006 dengan memperoleh ijin untuk jaringan 3G dan memperkenalkan jaringan 3.5G untuk Jakarta dan Surabaya.
Pada tahun 2003 Satelindo dan IM3 dibubarkan setelah diakusisi penuh oleh Indosat. Ditahun yang sama berdasarkan keputusan Menhub No. KP 130 Tahun 2003, Indosat mendapatkan izin penyelenggaraan jaringan telekomunikasi tetap secara nasional, dengan cakupan terbatas di Surabaya dan Jakarta. Lisensi ini melekat pada anak perusahaan Indosat StarOne, dimana Starone memegang lisensi untuk sambungan langsung jarak jauh (SLJJ), sambungan langsung internasional (SLI), dan jaringan telepon tetap. Telkompun dalam pemberitaannya menyatakan tertarik untuk mengakusisi StarOne.
Peralihan kepemilikan
Pada tahun 2002 Singapore Technologies (ST) Telemedia (perusahaan dimana pemerintah Singapura menanamkan investasinya) membeli saham Indosat dengan nilai pembelian sebesar 634 juta dolar A.S. untuk 40 persen saham perusahaan ini. Perusahaan ST Telemedia sendiri memiliki 75 persen kepemilikan dari Asia Mobile Holdings dan sisanya dimiliki oleh pemerintah Qatar melalui Qatar Telecom, perusahaan yang sama (Asia Mobile Holdings) juga dimiliki oleh Temasek.
Anak perusahaan Temasek diantaranya adalah PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), sebanyak 35 persen saham Telkomsel dimiliki Temasek.
Kepemilikan satu perusahaan (Asia Mobile Holdings) yang menguasai dua perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia yang seharusnya bersaing kemudian dipermasalahkan oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) pada tahun 2007.
ST Telemedia (milik Asia Mobile Holdings) menguasai 40 persen saham Indosat dan Temasek (milik Asia Mobile Holdings) menguasai 35 persen saham di Telkomsel. KPPU menyatakan kepemilikan saham silang ini telah melanggar pasal 27 peraturan anti monopoli dan membawanya pengadilan negeri, dengan tambahan tuntutan sebesar 2,7 juta dolar A.S. karena hal ini mengakibatkan tingginya tarif jasa komunikasi telpon genggam di Indonesia - oleh Telkomsel sebagai penentu harga. Baik Temasek maupun ST Telemedia menolak tuduhan tersebut dan pengacara kedua perusahaan ini berencana mengajukan banding atas keputusan Pengadilan Negeri.
Kantor berita Reuters menyatakan bahwa Indonesia pada tahun 2007 memang menjadi salah satu negara dengan tarif komunikasi telepon genggam termahal di dunia.
Pada November 2007 KPPU memutuskan Temasek melakukan monopoli jaringan telekomunikasi, dan diminta melepaskan seluruh saham di Indosat dan Telkomsel. Namun, jika Temasek hanya mengurangi saham 50 persen di masing-masing perusahaan, itu sudah dibenarkan. Keputusan diperkuat Mahkamah Agung dimana Temasek dan anak perusahaannya harus membayar denda masing-masing 15 miliar rupiah.
Pada Juni 2008 Asia Mobile Holdings, melalui ST Telemedia menjual 40.8 persen saham miliknya kepada Qatar Telecom (QTel), perusahaan mitranya, yang setuju untuk membeli seluruh saham tersebut dengan harga 1,8 miliar dolar A.S. Harga yang dibayarkan lebih rendah daripada nilai pasar yang berada pada 2,2 miliar dolar A.S.
Kemudian pada Februari 2009 QTel menaikkan jumlah kepemilikan sahamnya di Indosat menjadi 65 persen setelah pemerintah Indonesia mengklarifikasi peraturan investasi asing yang memperbolehkan hal ini dilakukan dengan syarat Indosat mengalihkan usaha telepon tetapnya kepada perusahaan yang berbeda. Berdasarkan peraturan perusahaan yang memegang ijin sebagai penyedia telepon tetap hanya boleh diperkenankan memperdagangkan 49 persen sahamnya pada pihak asing, namun perusahaan penyedia komunikasi via telepon bergerak (seluler) diperkenankan untuk dimiliki pihak asing hingga 65 persen. Harga saham yang dibayarkan sejumlah 7,388 rupiah per lembar saham (2009) dan pemerintah Indonesia memegang 14,3 persen saham.
Situs Global Times tahun 2009 memberitakan bahwa Indosat membayarkan 900 miliar rupiah (saat itu setara dengan 90 juta dolar AS) deviden tunai atau 50 persen dari keuntungannya pada tahun 2008. Ini berarti pemegang sahamnya mendapatkan minimum 172.85 rupiah per lembar saham pada tahun 2009, dibandingkan Telkom dimana investornya menerima 296.94 rupiah.
Pada Maret 2013 keuntungan Indosat untuk tahun 2012 dilaporkan merosot 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya 2011 dikarenakan biaya operasional, walaupun keuntungan dari pendapatan dari pertambahan layanan komunikasi telepon genggam terus naik.
Satelit
Pada akhir 31 Agustus 2009 Presiden Direktur Indosat Harry Sasongko mengumumkan peluncuran satelit Palapa-D milik perusahaan menuju orbit 113 BT, peluncuran dilakukan di Xichang, Cina. Satelit Palapa-D memiliki berat 4,1 ton (pada saat peluncuran), memakan daya 7500 watt, dan memiliki kapasitas 120 persen lebih besar dari satelit yang digantikan yaitu satelit Palapa-C2 yang akan habis masa operasinya pada 2011.
Pembangunan satelit Palapa-D dimulai sejak 2004, memakan biaya sebanyak 200-300 juta dolar A.S. dan akan beroperasi hingga 2024. Satelit Palapa-D dibuat oleh Thales Alenia Space France (Perancis) berdasarkan platform Spacebus-4000B3. Satelit ini diluncurkan menggunakan roket Chinese Long March 3B Jangkauan satelit termasuk negara-negara ASEAN, negara-negara Asia, timur Tengah dan Australia. Untuk upaya pemeliharaannya perangkatnya Indosat menyiapkan dan meresmikan Gedung Satelit Palapa berlantai dua pada 14 Agustus 2009 dengan luas 2.500m2 di Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat sebagai lokasi pengendali dan pengawas trafik. Serta mengirimkan sejumlah tenaga muda pun pelatihan di Perancis.
Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Indosat
Pada tahun 2011 perusahaan ini menguasai 21 persen pangsa pasar dan pada tahun 2013 mengklaim memiliki 58,5 juta pelanggan untuk telpon genggam.
Situs investasi untuk Indonesia menyatakan bahwa Indosat kehilangan beberapa persen pasar pelanggan telepon genggamnya pada tahun tahun terakhir. Sementara situs lainnya (Onbile.com) menempatkan Indosat sebagai perusahaan telekomunikasi terbesar ketiga pada tahun 2013 dibawah Telkomsel dan XL Axiata.
Pada Februari 2013 perusahaan telekomunikasi Qatar yang sebelumnya bernama Qtel dan menguasai 65 persen saham Indosat berubah nama menjadi Ooredoo dan berencana mengganti seluruh perusahaan miliknya atau dibawah kendalinya yang berada di Timur Tengah, Afrika dan Asia Tenggara dengan nama Ooredoo pada tahun 2013 atau 2014. Sementara Indosat dalam siaran persnya menanggapi hal ini belum memutuskan akan mengubah nama dari Indosat menjadi Ooredoo atau tidak, karena menganggap nama Indosat telah memiliki "hubungan" dengan pelanggan.
SEJARAH
Indosat memiliki sejarah panjang perpindahan kepemilikan dan perubahan tujuan perusahaan semenjak didirikan pada 20 November 1967. Didirikan sebagai perusahaan modal asing oleh pemerintah Indonesia dengan nama PT Indonesian Satellite Corporation Tbk. (Persero), perusahaan ini mulai beroperasi pada September 1969 sebagai perusahaan komersil penyedia jasa sambungan langsung internasional (IDD). Perusahaan ini membangun, memindahkan, dan melakukan kaidah operasional sebuah organisasi telekomunikasi internasional (International Telecommunications Satellite Organization) disingkat Intelsat, untuk mengakses Intelstat lain (satelit) yang berada di Samudra Hindia dengan durasi kesepakatan 20 tahun hingga 1987. Sebagai konsorsium global organisasi satelit komunikasi, intelstat memiliki dan mengoperasikan beberapa satelit-satelit komunikasi.
Pada tahun 1980 Indosat menjadi Badan Usaha Milik Negara dan dimiliki oleh Pemerintah Indonesia. Pada akhir tahun 2008 saham pemerintah Indonesia tinggal 14,3 persen saja, dan sebanyak 65 persen dikuasai oleh QTel.
Karena sebagian besar kepemilikan Indosat dikuasai oleh pemodal asing QTel (Pemerintah Qatar), maka berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 111 Tahun 2007 penyelenggaraan jaringan telekomunikasi untuk jaringan bergerak baik seluler maupun satelit, kepemilikan modal asing dibatasi 65 persen. Sementara untuk jaringan tetap berbasis kabel maupun berbasis radio, dengan teknologi circuit switched atau packet switched, modal asing dibatasi maksimal 49 persen. Pada tahun 2008 Dirjen Postel Depkominfo Basuki Yusuf Iskandar menegaskan bahwa Indosat diwajibkan melepas lisensi telepon tetap miliknya (fixedline dan wirelessline) jika Qatar Telecom (Qtel) berkeras menambah sahamnya melebihi 49%. Hingga bulan Maret 2011 Indosat belum melepas StarOne, sementara Telkom menyatakan tertarik untuk mengakusisi StarOne yang memiliki ijin untuk telepon tetap, SLJJ, dan SLI ini.
Perusahaan terbuka
Perusahaan ini kemudian didaftarkan ganda oleh pemerintah Indonesia (dual listed company) pada Bursa Efek Indonesia pada 19 Oktober 1994 (BEI:ISAT) dan Bursa Efek New York, Amerika Serikat (NYSE:IIT). Saat didaftarkan pada tahun 1994 pemerintah Indonesia tetap memiliki 65 persen perusahaan ini.
Pada 24 April 2013 Indosat mengumumkan akan menghapus pencatatan American Depositary Shares dari New York Stock Exchange (NYSE) dan resmi keluar pada Juli 2013 atas permintaan Menteri BUMN di bulan April 2013. Performa saham indosat di bursa itu terus menurun sejak tahun 2009.
Akusisi dan pelepasan perusahaan
Dikarenakan deregulasi peraturan telekomunikasi yang diberlakukan pemerintah dengan tujuan agar Telkom tidak lagi memonopoli bidang telekomunikasi di Indonesia; pada tahun 1999 dan 2000 Indosat kemudian mengubah tujuannya dari sebuah perusahaan penyedia jasa layanan sambungan langsung internasional menjadi penyedia jaringan telekomunikasi dan jasa komunikasi. Pada tahun 2001 Indosat menandatangani perjanjian dengan Telkom untuk menghapuskan penguasaan saham silang pada berbagai perusahaan dan anak perusahaannya diantaranya Satelindo, Telkomsel, dan Lintasarta.
Pada tahun 2001 perusahaan ini mendirikan PT Indosat Multimedia Mobile (IM3) sebagai sebuah operator telepon genggam dengan jaringan GPRS dan layanan multimedia di Indonesia. Upaya ini dilanjutkan pada tahun 2006 dengan memperoleh ijin untuk jaringan 3G dan memperkenalkan jaringan 3.5G untuk Jakarta dan Surabaya.
Pada tahun 2003 Satelindo dan IM3 dibubarkan setelah diakusisi penuh oleh Indosat. Ditahun yang sama berdasarkan keputusan Menhub No. KP 130 Tahun 2003, Indosat mendapatkan izin penyelenggaraan jaringan telekomunikasi tetap secara nasional, dengan cakupan terbatas di Surabaya dan Jakarta. Lisensi ini melekat pada anak perusahaan Indosat StarOne, dimana Starone memegang lisensi untuk sambungan langsung jarak jauh (SLJJ), sambungan langsung internasional (SLI), dan jaringan telepon tetap. Telkompun dalam pemberitaannya menyatakan tertarik untuk mengakusisi StarOne.
Peralihan kepemilikan
Pada tahun 2002 Singapore Technologies (ST) Telemedia (perusahaan dimana pemerintah Singapura menanamkan investasinya) membeli saham Indosat dengan nilai pembelian sebesar 634 juta dolar A.S. untuk 40 persen saham perusahaan ini. Perusahaan ST Telemedia sendiri memiliki 75 persen kepemilikan dari Asia Mobile Holdings dan sisanya dimiliki oleh pemerintah Qatar melalui Qatar Telecom, perusahaan yang sama (Asia Mobile Holdings) juga dimiliki oleh Temasek.
Anak perusahaan Temasek diantaranya adalah PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), sebanyak 35 persen saham Telkomsel dimiliki Temasek.
Kepemilikan satu perusahaan (Asia Mobile Holdings) yang menguasai dua perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia yang seharusnya bersaing kemudian dipermasalahkan oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) pada tahun 2007.
ST Telemedia (milik Asia Mobile Holdings) menguasai 40 persen saham Indosat dan Temasek (milik Asia Mobile Holdings) menguasai 35 persen saham di Telkomsel. KPPU menyatakan kepemilikan saham silang ini telah melanggar pasal 27 peraturan anti monopoli dan membawanya pengadilan negeri, dengan tambahan tuntutan sebesar 2,7 juta dolar A.S. karena hal ini mengakibatkan tingginya tarif jasa komunikasi telpon genggam di Indonesia - oleh Telkomsel sebagai penentu harga. Baik Temasek maupun ST Telemedia menolak tuduhan tersebut dan pengacara kedua perusahaan ini berencana mengajukan banding atas keputusan Pengadilan Negeri.
Kantor berita Reuters menyatakan bahwa Indonesia pada tahun 2007 memang menjadi salah satu negara dengan tarif komunikasi telepon genggam termahal di dunia.
Pada November 2007 KPPU memutuskan Temasek melakukan monopoli jaringan telekomunikasi, dan diminta melepaskan seluruh saham di Indosat dan Telkomsel. Namun, jika Temasek hanya mengurangi saham 50 persen di masing-masing perusahaan, itu sudah dibenarkan. Keputusan diperkuat Mahkamah Agung dimana Temasek dan anak perusahaannya harus membayar denda masing-masing 15 miliar rupiah.
Pada Juni 2008 Asia Mobile Holdings, melalui ST Telemedia menjual 40.8 persen saham miliknya kepada Qatar Telecom (QTel), perusahaan mitranya, yang setuju untuk membeli seluruh saham tersebut dengan harga 1,8 miliar dolar A.S. Harga yang dibayarkan lebih rendah daripada nilai pasar yang berada pada 2,2 miliar dolar A.S.
Kemudian pada Februari 2009 QTel menaikkan jumlah kepemilikan sahamnya di Indosat menjadi 65 persen setelah pemerintah Indonesia mengklarifikasi peraturan investasi asing yang memperbolehkan hal ini dilakukan dengan syarat Indosat mengalihkan usaha telepon tetapnya kepada perusahaan yang berbeda. Berdasarkan peraturan perusahaan yang memegang ijin sebagai penyedia telepon tetap hanya boleh diperkenankan memperdagangkan 49 persen sahamnya pada pihak asing, namun perusahaan penyedia komunikasi via telepon bergerak (seluler) diperkenankan untuk dimiliki pihak asing hingga 65 persen. Harga saham yang dibayarkan sejumlah 7,388 rupiah per lembar saham (2009) dan pemerintah Indonesia memegang 14,3 persen saham.
Situs Global Times tahun 2009 memberitakan bahwa Indosat membayarkan 900 miliar rupiah (saat itu setara dengan 90 juta dolar AS) deviden tunai atau 50 persen dari keuntungannya pada tahun 2008. Ini berarti pemegang sahamnya mendapatkan minimum 172.85 rupiah per lembar saham pada tahun 2009, dibandingkan Telkom dimana investornya menerima 296.94 rupiah.
Pada Maret 2013 keuntungan Indosat untuk tahun 2012 dilaporkan merosot 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya 2011 dikarenakan biaya operasional, walaupun keuntungan dari pendapatan dari pertambahan layanan komunikasi telepon genggam terus naik.
Satelit
Pada akhir 31 Agustus 2009 Presiden Direktur Indosat Harry Sasongko mengumumkan peluncuran satelit Palapa-D milik perusahaan menuju orbit 113 BT, peluncuran dilakukan di Xichang, Cina. Satelit Palapa-D memiliki berat 4,1 ton (pada saat peluncuran), memakan daya 7500 watt, dan memiliki kapasitas 120 persen lebih besar dari satelit yang digantikan yaitu satelit Palapa-C2 yang akan habis masa operasinya pada 2011.
Pembangunan satelit Palapa-D dimulai sejak 2004, memakan biaya sebanyak 200-300 juta dolar A.S. dan akan beroperasi hingga 2024. Satelit Palapa-D dibuat oleh Thales Alenia Space France (Perancis) berdasarkan platform Spacebus-4000B3. Satelit ini diluncurkan menggunakan roket Chinese Long March 3B Jangkauan satelit termasuk negara-negara ASEAN, negara-negara Asia, timur Tengah dan Australia. Untuk upaya pemeliharaannya perangkatnya Indosat menyiapkan dan meresmikan Gedung Satelit Palapa berlantai dua pada 14 Agustus 2009 dengan luas 2.500m2 di Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat sebagai lokasi pengendali dan pengawas trafik. Serta mengirimkan sejumlah tenaga muda pun pelatihan di Perancis.
Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Indosat
Sunday, 15 March 2015
Tugas Teori Organisasi Umum 2
1. Pengertian MDGS
Millennium Development Goals (MDGs) atau dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi “Tujuan Pembangunan Milenium”, adalah sebuah paradigma pembangunan global yang dideklarasikan Konferensi Tingkat Tinggi Milenium oleh 189 negara anggota Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) di New York pada bulan September 2000. Semua negara yang hadir dalam pertemuan tersebut berkomitmen untuk mengintegrasikan MDGs sebagai bagian dari program pembangunan nasional dalam upaya menangani penyelesaian terkait dengan isu-isu yang sangat mendasar tentang pemenuhan hak asasi dan kebebasan manusia, perdamaian, keamanan, dan pembangunan.
http://edukasi.kompasiana.com/2013/08/13/apa-itu-mdgs-583450.html
2. Peran IT dalam MDGS 2025
http://rianfebr.blogspot.com/2015/03/tulisan-2-mdgs-2025.html
Pendapat : Menurut saya adanya MDGS di Indonesia sangatlah berdampak positif bagi masyarakat Indonesia,karena melihat banyaknya ledakan penduduk dan jumlah pengangguran yang semakin bertambah. Maka seharusnya masing-masing masyarakat Indonesia harus mempunyai kualitas hidup dan sumber daya manusia yang baik di masa depan, saya ingin bangsa ini menjadi bangsa yang berkompeten dalam bersaing dengan bangsa eropa maupun asia. karna indonesia bukan bangsa yang lemah, dan indonesia harus makmur tentram dan abadi untuk kedepannya dengan mdgs2025.
Millennium Development Goals (MDGs) atau dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi “Tujuan Pembangunan Milenium”, adalah sebuah paradigma pembangunan global yang dideklarasikan Konferensi Tingkat Tinggi Milenium oleh 189 negara anggota Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) di New York pada bulan September 2000. Semua negara yang hadir dalam pertemuan tersebut berkomitmen untuk mengintegrasikan MDGs sebagai bagian dari program pembangunan nasional dalam upaya menangani penyelesaian terkait dengan isu-isu yang sangat mendasar tentang pemenuhan hak asasi dan kebebasan manusia, perdamaian, keamanan, dan pembangunan.
http://edukasi.kompasiana.com/2013/08/13/apa-itu-mdgs-583450.html
2. Peran IT dalam MDGS 2025
Komitmen
Indonesia untuk mencapai MDGS mencerminkan komitmen Indonesia untuk
meningkatkan kesejahteraan rakyatnya dan memberikan konstribusi pada
peningkatan kesejahteraan masyarakat dunia. Oleh karena itu, MDGS merupakan
acuan penting dalam penyusunan dokumen Perencanaan Pembangunan Nasional.
Pemerintah Indonesia telah mengarusutamakan MDGS dalam Rencana Pembangunan
Jangka Panjang Nasional (RPJN 2005-2025), Rencana Pembangunan Jangka Menengah
Nasiolan (RPJMN 2004-2009 dan 2010-2014), Rencana Kerja Program Tahunan (RKP),
serta dokumen Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Dalam
lima tahun terakhir, di tengah kondisi Negara yang belum sepenuhnya pulih dari
krisis ekonomi tahun 1997/1998. Indonesia menghadapi tantangan global yang
tidak ringan. Gejolak harga minyak dan harga pangan serta perubahan iklim
global serta terjadinya krisis keuangan global 2007-2008 mewarnai dinamika
pembangunan Indonesia. Tingat pertumbuhan ekonomi menurun menjadi sekitar 4-5
persen, dibandingkan dengan pertumbuhan sebelum krisis yang mencapai sebesar
5-6 persen
http://rianfebr.blogspot.com/2015/03/tulisan-2-mdgs-2025.html
Pendapat : Menurut saya adanya MDGS di Indonesia sangatlah berdampak positif bagi masyarakat Indonesia,karena melihat banyaknya ledakan penduduk dan jumlah pengangguran yang semakin bertambah. Maka seharusnya masing-masing masyarakat Indonesia harus mempunyai kualitas hidup dan sumber daya manusia yang baik di masa depan, saya ingin bangsa ini menjadi bangsa yang berkompeten dalam bersaing dengan bangsa eropa maupun asia. karna indonesia bukan bangsa yang lemah, dan indonesia harus makmur tentram dan abadi untuk kedepannya dengan mdgs2025.
Bekerjasama dalam team (kelompok)
Teori Organisasi umum 2
Muhammad Cendekiawan
2KA17
15113857
http://www.slideshare.net/Cendekiawan16/teori-organisasi-umum-2-cendekiawan
Muhammad Cendekiawan
2KA17
15113857
http://www.slideshare.net/Cendekiawan16/teori-organisasi-umum-2-cendekiawan
Subscribe to:
Posts (Atom)